Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2015

0

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

  • Kamis, 22 Oktober 2015
  • A. Pendahuluan
    Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting.
    Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat
    manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta
    menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda
    dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan
    untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost
    yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban
    ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak
    ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada
    hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost
    ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss.

    B. Manfaat Akuntansi Biaya
    Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu
    informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu
    untuk :
    1.  Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi
    atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan
    selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan
    akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan
    dimasa yang akan datang.
    2.  Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat
    membantu dalam : (a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun
    barang dalam proses, (b) penetapan harga jual terutama harga jual yang
    didasarkan    kontrak, walaupun      tidak selamanya      penentuan    harga   jual
    berdasarkan harga pokok, (c) penetapan laba.
    3.  Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.

    C. Klasifikasi Biaya
    Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan
    untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas
    disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
    menggolongkan biaya diantaranya :
    1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
    a. Factory Cost (Biaya Produksi)
    1. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
    2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
    3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)
    b. Commercial Expense (Operating Expense)
    1. Marketing and Selling Expense
    2. General & Administration Expense


                      2. Berdasarkan Periode Akuntansi
    a.  Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi     
    manfaat   pada    beberapa    periode akuntansi. Jenis pengeluaran             ini
    dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran
    dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi
    manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan
    pengeluaran ini sifatnya tidak rutin.
    b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan
    memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi.
    Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan
    dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue
    expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode
    terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya
    pengeluaran ini sifatnya rutin.

    3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya
    a. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung
    dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka
    waktu tertentu.
    c.  Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat
    dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu.

    4.  Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya
     a. Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik
    yang eksplisit dengan output.
     b.  Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed
    cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat
    dengan output.
    d. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi
    dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi
    dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi.

    5. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya
     a. Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan
    volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah
    berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.
     b. Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya
    aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah
    secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume
    kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel.
    c.  Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai
    dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak
    sebanding/proporsional.

    6. Berdasarkan Objek yang dibiayainya
      a. Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi
    kepada objek atau pusat biaya tertentu.
      b. Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat
    diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang
    manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.



    D. Sistem Akuntansi Biaya
    Sistem akuntansi biaya (cost system) dapat dikelompokkan menjadi dua
    sistem yaitu :
    1. Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya). Yaitu sistem
    pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai
    dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Pada sistem ini, harga pokok
    produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya
    dikumpulkan.
    2. Standard Cost System (Sistem Harga Pokok Standar). Yaitu sistem pembebanan
    harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok
    yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.  

    E. Sistem Pengumpulan Harga Pokok
    1.  Job Order Cost. Yaitu suatu metode pengumpulan harga pokok produk yang
    dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak. Jadi setiap ada pesanan
    mempunyai harga pokok tersendiri yang dibuat dalam job cost sheet. Pada
    metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan.
    2.  Process Cost. Yaitu metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya
    dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Pada metode ini, proses produksi
    diperusahaan dilaksanakan secara terus menerus, barang yang dihasilkan
    homogen, dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu. Pada
    metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi stock.

    F. Manfaat Biaya Perunit
    1. Perusahaan Manufaktur
    Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya
    sehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. Informasi biaya perunit
    adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaian persediaan,
    penentuan laba, dan pengambilan keputusan lainnya. Pengungkapan biaya
    persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuangan yang dihadapi
    setiap perusahaan pada setiap akhir periode.
    Untuk menentukan biaya perunit, maka total biaya yang digunakan
    tergantung tujuan informasi tersebut. Perusahaan dapat menggunakan biaya
    produksi, atau biaya variabel, atau biaya produksi ditambah biaya non produksi.
    Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal, maka informasi biaya
    perunit diperoleh dari total biaya produksi, sedangkan untuk pengambilan keputusan
    untuk menerima atau menolak pesanan khusus, dalam kondisi perusahaan
    beroperasi dibawah kapasitas produksi, maka informasi biaya yang dibutuhkan
    adalah informasi biaya variabel.

    2. Perusahaan Jasa
    Perusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. Pada dasarnya
    untuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaan
    manufaktur adalah sama. Pertama sekali, perusahaan jasa yang disediakan dan
    mengidentifikasi total biaya untuk unit jasa yang disediakan.
    Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biaya
    dengan tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan profitabilitas, kelayakan untuk
    memperkenalkan layanan baru, membuat keputusan harga jual dan lainnya, hanya
    perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukan nilai persediaan,
    karena jasa tidak menghasilkan produk fisik.



    G. Kalkulasi Biaya Produk Tradisional
    Kalkulasi biaya produk tradisional hanya membebankan biaya produksi pada
    produk. Pembebanan biaya utama keproduk tidak memiliki kesulitan, karena dapat
    menggunakan penelusuran langsung atau penelusuran penggerak yang sangat
    akurat. Tetapi sebaliknya, biaya overhead memiliki masalah dalam pembebanan
    biaya ke produk, karena hubungan antara masukan dan keluaran tidak dapat
    diobservasi secara fisik.
    Dalam sistem biaya tradisional, untuk membebankan biaya ke produk
    digunakan penggerak aktifitas tingkat unit (unit level drivers), karena ini merupakan
    faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit yang
    diproduksi. Contoh penggerak tingkat unit yang secara umum digunakan untuk
    membebankan overhead meliputi :
    1. Unit yang diproduksi
    2. Jam tenaga kerja langsung
    3. Tenaga kerja langsung (rupiah)
    4. Jam mesin
    5. Bahan langsung
    Setelah mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat unit, lalu memprediksi
    tingkat keluaran aktifitas yang diukur oleh penggerak tersebut, yaitu apakah
    berdasarkan aktifitas aktual yang diharapkan (expected activity level) dan aktifitas
    normal (normal activity level). Expected activity level adalah output aktivitas yang
    diharapkan dicapai oleh perusahaan pada tahun yang akan datang, sedangkan
    normal activity level adalah output aktivitas rata-rata yang merupakan pengalaman
    perusahaan dalam jangka panjang. Aktivitas normal mempunyai keunggulan berupa
    penggunaan tingkat aktifitas yang sama dari tahun ketahun, sehingga pembebanan
    overhead ke produk tidak begitu berfluktuasi.

    H. Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya
    Tarif pabrik menyeluruh dan tarif departemental telah digunakan beberapa
    dekade dan terus digunakan secara sukses. Namun pada beberapa situasi tarif
    tersebut menimbulkan distorsi yang dapat membuat stress perusahaan yang
    berproduksi dalam      lingkungan    produksi canggih       (advanced    manufacturing
    environment). Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan jaman diantaranya
    sebagai berikut :
    1.  Hasil dari penawaran sulit dijelaskan
    2. Harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal.
    3.  Produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi.
    4.  Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan
    menguntungkan.
    5.  Marjin laba sulit dijelaskan
    6.  Pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga
    7.  Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberi data
    biaya bagi proyek khusus.
    8.  Biaya produk berubah karena perubahan peraturan pelaporan

    read more

    Selasa, 13 November 2012

    5

    Pengertian bisnis menurut Pakar

  • Selasa, 13 November 2012


  •  Musselman dan Jackson ( 1992 ) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat,perusahaan yang diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
  • Gloss,Steade dan Lowry ( 1996 ) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standart serta kualitas hidup mereka.
  • Allan Afuah ( 2004 ) beliau mengartikan bahwa bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang di inginkan konsumen.
  •  Steinford mengartikan bisnis sebagai suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Menurut Steinford, jika kebutuhan masyarakan meningkat, lembaga bisnis pun akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memproleh laba.
  • Mahmud Machfoedz juga berpendapat bahwa bisnis adalah suatu usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi agar bisa mendapatkan laba dengan cara memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • T. Chwee (1990) Menurutnya, bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, menurut Grifin dan Ebert, bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
  • Griffin dan Ebert (1996) Beliau mengartikan bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
  • Hughes dan Kapoor Beliau mengartikan bisnis adalah aktifitas  melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.
  •  
    sumber : http://thepradjna.wordpress.com/2011/10/28/definisi-bisnis/

    read more

    Senin, 12 November 2012

    1

    pengertian bisnis

  • Senin, 12 November 2012


  • PENGERTIAN BISNIS

     Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

      Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

      Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini
    .
    Jenis-jenis Bisnis

    1.Monopsoni
    Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.
    Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI

    2. Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
    Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap

    3. Oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
    Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

     Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.

    Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

    4. Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

    sumber utama : http://dahlia-lya.blogspot.com/2011/11/pengertian-bisnis.html
    read more
    2

    Faktor yang Mempengaruhi Iklim Bisnis







  • 1.Investasi
    Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Investasi bisa berupa barang atau benda. Dengan investasi tersebut, perusahaan akan mempunyai modal yang akan digunakan untuk biaya operasional. Sejumlah uang tersebut dapat dibelanjakan untuk membeli peralatan, bangunan, dan persediaan. Fungsi dan pengaruh investasi sangat berlipat ganda (multiplier).

    2. Tabungan
    Jumlah yang diputuskan oleh pekerja untuk ditabung akan menentukkan kuat-lemahnya multiplier (pengganda) tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah multiplier tersebut. Tetapi, tabungan itu juga menjadi sumber untuk investasi modal di masa mendatang.

    3.Pemerintah
    Pemerintah juga dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Dapat terjadi bahwa apa yang dipinjam lebih besar dari apa yang diterima. Jika ini terjadi, berarti pemerintah mengalami defisit. Pembelanjaan yang defisit ini dapat menjadi masalah dan dapat juga tidak menjadi masalah tergantung dari situasi apakah dapat mendukung terjadinya inflansi. Pemerintah, melalui kebijaksanaan fiskal atau moneter dapat mempengaruhi kegiatan bisnis.

    4.Lingkungan Ekonomi
    Pasar membutuhkan daya beli seperti halnya orang banyak. Daya beli keseluruhan merupakan fungsi dari pendapatan saat itu, harga, tabungan dan kredit yang tersedia. Perusahaan perlu menyadari keempat kecenderungan itu, dalam lingkungan ekonomi. Lingkungan ekonomi yang mempengaruhi bisnis perusahaan, di antaranya adalah tingkat pendapat per kapita, kebijakan kebijakan pemerintah (fiskal, moneter, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran), siklus bisnis (masa ekonomi cerah atau suram), munculnya pasar bebas dan kerja sama regional (blok blok ekonomi seperti NAFTA, MEE), perjanjian/peraturanperaturan internasional, kekuatan ekonomi utama, pergerakan modal, pergerakan investasi langsung, dan perubahan persaingan.

    5.Lingkungan Teknologi
    Kekuatan yang paling dramatis yang membentuk nasib manusia adalah teknologi. Teknologi telah menghasilkan karya mengagumkan seperti penisilin, pembedahan jantung, dan pil pembatas kelahiran. Teknologi telah menghasilkan berkah seperti mobil, permainan video dan roti putih. Sikap seseorang terhadap teknologi tergantung pada apakah seseorang lebih terpikat dengan faedah positifnya yang mengagumkan atau akibatnya yang mengerikan.
    Setiap teknologi baru merupakan satu kekuatan untuk “penghancuran kreatif”. Transistor melumpuhkan industri tabung gelas hampa udara, fotokopi melumpuhkan perusahaan kertas karbon, mobil melumpuhkan kereta api, televisi dan video melumpuhkan bioskop. Industri tua tidak bergerak menuju ke sesuatu yang baru, malah menolak atau mengakibatkannya, dan usaha mereka merosot.
    Dari uraian di atas apabila perusahaan ingin meraih kesuksesan maka perusahaan tersebut harus membangun kompetensi teknologinya sebagai pusat keunggulan. Produk yang baik dengan dukungan kompetensi dalam teknologi akan menghasilkan tawaran produk yang benar benar selaras dengan kebutuhan pasar, sehingga produk tersebut benar benar akan diterima oleh konsumen.

    6.Faktor Persaingan Pasar
    Pada kenyataannya di Indonesia, banyak sekali bisnis-bisnis yang saling bersaing untuk dapat menguasai pasar sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, orang yang berbisnis harus mempunyai strategi untuk dapat menguasai pasar dan mengalahkan pesaingnya.

    7.Faktor Jenis Bisnis
    Faktor ini juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap klim bisnis di Indonesia. Dalam berbisnis tentunya kita harus memilih bisnis di bidang apa yang akan kita jalani. Dalam memilih jenis bisnis tersebut, sebaiknya kita memilih jenis bisnis yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya bisnis di bidang pertanian. Kita juga harus mempertimbangkan keuntungan yang akan kita peroleh sebelum kita menentukan bisnis di bidang apa yang akan kita jalani.

    8.Faktor Kondisi Negara
    Kondisi negara yang dimaksud dapat berupa kondisi perekonomian, sosial politik maupun pertahanan dan keamanan negara. Kondisi negara yang tidak menentu bisa menghambat bisnis yang dijalani. Misalnya saat terjadi inflasi. Tentu saja kondisi ini turut mempengaruhi bisnis yang sedang dijalani.

    9.Faktor Sumber Daya Manusia
    Agar bisnis yang dijalani tersebut sukses dan menghasilkan banyak keuntungan, tentu diperlukan orang-orang yang terampil, kreatif, berkualitas tinggi, ulet, mampu berinovasi, pantang menyerah, mempunyai kemampuan bersaing yang tinggi (kompetitif), sportif dan pandai mengolah bisnisnya.

    10.Faktor Alam
    Jika alam tidak bersahabat dengan kita tentu kegiatan bisnis pun dapat terganggu. Misalnya adanya bencana banjir, tanah longsor dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus memilih tempat bisnis yang sesuai dan kita harus bersahabat dengan lingungan serta jangan merusakya.

    11.Faktor Lingkungn Politik/Hukum
    Keputusan keputusan perusahaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan politik/hukum. Lingkungan ini terbentuk oleh hukum hukum, lembaga, pemerintahan, dan kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak gerik berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat.
    Hal hal seperti siapa yang berkuasa di suatu negara, bagaimana ia menjalankan pemerintahannya, apa peran dan kekuasaan yang dimiliki oleh pelaku pelaku dalam percaturan politik suatu negara dan bagaimana dampaknya terhadap pemilik usaha dan penciptaan profit oleh pengusaha, bagaimana peran pelaku ekonomi dalam negara tersebut, serta bagaimana distribusi pendapatan yang ada; merupakan faktor faktor penentu peluang dan ancaman bisnis di dalam suatu negera.
    Lingkungan sosial budaya berkaitan dengan keadaan dan perkembangan nilai nilai, kaidah, dan persepsi dalam suatu masyarakat. Masyarakat desa dan kota memiliki lingkungan sosial yang berbeda. Masyarakat desa cenderung membentuk sistem kekerabatan perluasan keluarga (extended family), sedangkan masyarakat perkotaan cenderung membentuk sistem kekerabatan keluarga inti (nuclear family).
    Masyarakat Indonesia saat ini sedang berada dalam masa transisi. Artinya, masyarakat Indonesia pada saat ini sedang bergerak dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Dalam masa transisi ini, masyarakat sedang mengalami kebingungan budaya. Untuk bertahan pada kehidupan tradisional akan dianggap ketinggalan zaman, sedangkan untuk meninggalkan sama sekali juga tidak mampu. Misalnya: dalam masyarakat Indonesia hubungan kekerabatan memegang peranan yang penting. Pada saat perusahaan melakukan penarikan tenaga kerja, seringkali keunggulan individu bukanlah satu satunya syarat yang dapat dihandalkan. Praktek nepotisme, koneksi, dan pencaloan tenaga kerja sudah menjadi bagian budaya masyarakat Indonesia. Mereka tahu hal itu menyimpang dari ketentuan hidup modern, tetapi mereka tidak mampu mengubahnya. Praktek praktek nepotisme dan koneksi di atas, tanpa mempertimbangkan keunggulan individu akan dapat menjadi penghambat bagi laju pertumbuhan dan perkembangan usaha dan mengurangi daya saing usaha.

    12.Faktor Ketepatan Produk atau Kecocokan Produk
    Faktor ini juga mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Produk yang cocok adalah produk yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen serta harganya terjangkau (sesuai dengan daya beli konsumen). Produk tersebut harus bisa memberikan manfaat kepada konsumen dan bila perlu dapat memberikan tambahan kepuasan kepada konsumen. Orang yang berbisnis harus benar-benar mempertimbangkan harga yang mereka tetapkan. Mereka harus bisa menetapkan harga yang terjangkau dengan daya beli konsumen namun dengan tetap memperhitungkan biaya yang telah dikeluarkannya. Mereka juga harus memperhatikan harga pesaingnya. Konsumen tentu akan memilih produk yang harganya terjangkau namun dengan tetap mempertimbangkan  kualitas produk yang akan mereka konsumsi. Oleh karena itu, orang yang berbisnis harus selalu memperhatikan kualitas barang yang diproduksinya.

    sumber tulisan http://josephinejoe.wordpress.com/
    read more

    Jumat, 28 Mei 2010

    0

    artikle akuntansi dan sekitarnya (pembahasan softskill)

  • Jumat, 28 Mei 2010
  • hukum permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi
    Pengertian permintaan dan penawaran,hukum dan faktor yang mempengaruhi dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satu harga dan kuantitas (jumlah barang). setiap transaksi perdagangan pasti adalah permintaan,penawaran,harga dan faktor yang mempengaruhi.

    A. Definisi permintaan dan penawaran

    permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau di tawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
    contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli,sedangkan penjuala adalah penawaran.ketika terjadi transaksi antara penbeli dan penjual maka kedua nya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar menawar yang alot.

    B. Hukum permintaan dan penawaran

    jika semua asumsi diabaikan (cateris paribus) : jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
    semua terjadi karena semua ingin mencapai kepuasan (keuntungan) sebesar besarnya dari harga yang ada.apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karna uang yang dimiliki terbatas,namun bagi penjual dengan tinggi nya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harga nya mahal.

    C. Faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan (demand)

    perilaku konsumen/selera konsumen
    saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli,tetapi beberapa tahun
    yang akan datang mungkin sudah dianggap kuno.

    2. ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap

    jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meisis,selai dan margarin akan
    turun permintaannya.

    3. pendapatan/penghasilan konsumen

    orang yang punya tunjangan gaji dan pendapatan yang besar dapat membeli banyak barang
    yang dia inginkan,tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan me
    ngirit pemakaian barang yang dibelinya

    4. perkiraan harga dimasa depan

    barang yang harganya diperkirakan akan naik,maka orang akan menimbun atau membeli
    ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

    5. banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

    ketika flu burung/flu babi sedang merebak,produk masker pelindung akan sangat laris.
    pada bulan puasa permintaan buah kurma,blewah,timun suri,sirup akan meningkat.

    D. Faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran (suply)

    biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan
    tujuan perusahaan
    pajak
    ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
    prediksi/perkiraan harga di masa depan

    pembahasan :

    1. biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan

    jika biaya produksi/pembuatan suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.dengan adanya tekhnologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

    2. tujuan perusahaan

    Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

    3. Pajak

    Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

    4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap

    Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

    5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan

    Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

    KONSEP ELASTISITAS PENAWARAN dan PERMINTAAN
    3.1. Pengertian Elastisitas
    Salah satu pokok bahasan yang palin penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva demand Dan kurva supply beubah? Dan berapa besar pengaruhnya?
    Untuk menjawab ini pakailah konsep elastisitas.
    Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.

    3.2. Elastisitas Permintaan
    Elastisitas harga permintaanadalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.
    Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yahitu :
    1. elastisitas harga permintaan
    2. elastisitas silang
    3. elastisitas pendapatan

    3.2.1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)
    Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.
    Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :
    1. Tidak elastisitas (in elastic)
    2. Unitari (unity) dan
    3. Elastis (elastic)
    Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :

    Δ Q ΔP Δ Q P
    Eh : atau Eh = X
    Q P ΔP Q
    Dimana :
    Eh adalah elastisitas harga permintaan
    Q adalah Jumlah barang yang diminta
    P adalah harga barang tersebut
    Δ adalah delta atau tanda perubahan.
    Hasil akhir dari elastisitas tersebut memberikan 3 kategori :
    1. Apabila perubahan harga (ΔP) mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barnag yang diminta (Δ Q), sisebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah besar dari satu (Eh.1). Nemtuk kurva permintaannya lebih landai. [ % ΔP < % Δ Q]. 2. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta (% Δ Q), disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q]. 3. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta (% Δ Q) yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1). Bentuk kurva permintaannya lebih vuram[ % ΔP > % Δ Q].
    Pembagian kedalam tiga kategori tersebut disebabkan karena perbedaan total penerimaan (Total Renenue)nya sebagai akibat perubahan harga masing-masing kategori.
    Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),
    Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
    1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
    2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.
    Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga tersebut,
    Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan
    Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.

    Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :
    1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
    2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
    3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
    4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
    5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang

    Elastisitas akan besar bilamana :
    1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
    2. harga relatif tinggi
    3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain

    Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :
    1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
    2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
    3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

    3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
    Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
    Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)
    Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y
    Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
    Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.

    Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
    ΔQx Py
    Es = ——- x ——- > 0 Substitusi
    Δ Px Qx

    Δ Qy Px
    Es = ——- x ——- < 0 Komplementer Δ Py Qy Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain. 3.2.3. Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand) Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus. Δ Q Δ Y Δ Q Y Em = ——- : ——– atau Em = ——– x ——– Q Y ΔY Q Jika Em= 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta; Jika Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.
    Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik. Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior. Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen. 3.3. Elastisitas Penawaran 3.3.1. Elastisitas Harga Penawaran (The Price Elasticity of Suply) Sama hal dengan perhatian elastisitas harga pada permintaan, maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai suatu alat untuk mengukur respon produsen terhadap perobahan harga, penghitungan elastisitas harga penawaran sama dengan penghitungan pada elastisitas harga permintaan, hanya saja perbedaan pengertian jumlah barang diminta diganti dengan jumlah barang yang ditawarkan. Δ Qs P Es. = ——– x ——– Δ P Q Dimana : Q adalah jumlah barang yang ditawarkan; P adalah harga barang; S adalah delta atau perobahan. Seperti terhadap koefisien elastisitas harga permintaan, koefisien penawaran tersebut juga dapat dibagi kedalam tiga kategori, yaitu : (a) Elastis (Es > 1)
    (b) In Elastis (Es < 1), (c) Unity (Es = 1). (d) Elastis Sempurna (Es = ~ ); (e) In Elastis Sempurna (Es = 0). Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu : a. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak. b. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya. Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga tersebut, Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya. Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan : 1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar 2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut 3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen 4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut. 5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang Elastisitas akan besar bilamana : 1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik 2. harga relatif tinggi 3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana : 1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain 2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah. 3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan. 3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand) Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan. Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand) Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena. Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya. Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah : ΔQx Py Es = ——- x ——- > 0 Substitusi
    Δ Px Qx

    Δ Qy Px
    Es = ——- x ——- < 0 Komplementer Δ Py Qy Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain. 3.2.3. Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand) Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus. Δ Q Δ Y Δ Q Y Em = ——- : ——– atau Em = ——– x ——– Q Y ΔY Q Jika Em= 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta; Jika Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.
    Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik. Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior. Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen. 3.3. Elastisitas Penawaran 3.3.1. Elastisitas Harga Penawaran (The Price Elasticity of Suply) Sama hal dengan perhatian elastisitas harga pada permintaan, maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai suatu alat untuk mengukur respon produsen terhadap perobahan harga, penghitungan elastisitas harga penawaran sama dengan penghitungan pada elastisitas harga permintaan, hanya saja perbedaan pengertian jumlah barang diminta diganti dengan jumlah barang yang ditawarkan. Δ Qs P Es. = ——– x ——– Δ P Q Dimana : Q adalah jumlah barang yang ditawarkan; P adalah harga barang; S adalah delta atau perobahan. Seperti terhadap koefisien elastisitas harga permintaan, koefisien penawaran tersebut juga dapat dibagi kedalam tiga kategori, yaitu : (a) Elastis (Es > 1)
    (b) In Elastis (Es < 1), (c) Unity (Es = 1). (d) Elastis Sempurna (Es = ~ ); (e) In Elastis Sempurna (Es = 0). 3.3.1. Elastisitas Penawaran Ditinjau dari Sudut Waktu Elastisitas penawaran juga tergantung kepada waktu, apabila harga berobah, para ahli ekonomi membedakan tiga waktu/masa bagi produsen dalam rangka menyesuaikan jumlah barang yang akan ditawarkan dengan perobahan harga tersebut. Secara umum, semakin lebih panjang waktu produsen untuk menyesuaikan diri terhadap perobahan harga, semakin besar elastisitas penawaran. Adapun tiga waktu tersebut adalah : (1) tiga Immediate Run / Momentary Period / Market Period, suatu periode waktu yang sangat pendek, dimana jumlah barang yang terdapat di pasar tidak dapat dirubah, yaitu hanya sebanyak yang ada di pasar, kurva penawaran in elastis sempurna. Seperti yang diperlihatkan gambar. 3.4.a. The short Run, adalah suatu periode waktu yang cukup panjang bagi suatu perusahaan untuk memproduksi barang, tetapi tidak cukup panjang untuk mengembangkan kapasitas atau masuk pasar bagi perusahaan baru, sehingga out put hanya dapat dikembangkan sebatas kapasitas yang ada, bentuk kurva penawaran Unity. The Long Run, adalah suatu periode waktu yang sangat panjang bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar dan bagi perusahaan lama untuk membuat perencanaan untuk pengembangan perusahaan yang lebih memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan perobahan harga, bentuk kurva penawarannya lebih elastis, 3.2. Cara Menghitung Elastisitas Permintaan Secara garis besar ada dua cara dalam mengukur besaran elastisitas permintaan, yaitu : (1) Elastisitas Titik (Point elasticity) Cara ini digunakan untuk mengukur elastisitas yang perubahan harga dan jumlah yang diminta relatif sangat kecil atau limit mendekati nol, hal ini dapat dibuktikan, (1) Elastisitas Busur (Art Elastisity) Cara kedua ini digunakan untuk mengukur perubahan harga dan jumlah permintaan yang besar. Cara penghitungan ini terbagi dalam dua bentuk : 1. Elastisitas Jarak. Suatu cara mengukur elastisitas yang besar, tetapi bersifat searah, seperti diukur dari titik A ke titik B tidak sama besar hasilnya bila diukur dari titik B ke titik A. 1. Elastisitas Jarak dengan Modifikasi / mid point; Suatu cara dalam mengukur besaran elastisitas tanpa memperhatikan arah, apakah dimulai dari titik A ke titik B atau sebaliknya, dimana cara ini tidak akan ada perbedaan dari hasilnya, tujuan dari metode perhitungan ini adalah untuk mengatasi kelemahan pada cara pengukuran jarak (a). 3.3.1. Elastisitas Penawaran Ditinjau dari Sudut Waktu Elastisitas penawaran juga tergantung kepada waktu, apabila harga berobah, para ahli ekonomi membedakan tiga waktu/masa bagi produsen dalam rangka menyesuaikan jumlah barang yang akan ditawarkan dengan perobahan harga tersebut. Secara umum, semakin lebih panjang waktu produsen untuk menyesuaikan diri terhadap perobahan harga, semakin besar elastisitas penawaran. Adapun tiga waktu tersebut adalah : (1) tiga Immediate Run / Momentary Period / Market Period, suatu periode waktu yang sangat pendek, dimana jumlah barang yang terdapat di pasar tidak dapat dirubah, yaitu hanya sebanyak yang ada di pasar, kurva penawaran in elastis sempurna. Seperti yang diperlihatkan gambar. 3.4.a. The short Run, adalah suatu periode waktu yang cukup panjang bagi suatu perusahaan untuk memproduksi barang, tetapi tidak cukup panjang untuk mengembangkan kapasitas atau masuk pasar bagi perusahaan baru, sehingga out put hanya dapat dikembangkan sebatas kapasitas yang ada, bentuk kurva penawaran Unity. The Long Run, adalah suatu periode waktu yang sangat panjang bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar dan bagi perusahaan lama untuk membuat perencanaan untuk pengembangan perusahaan yang lebih memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan perobahan harga, bentuk kurva penawarannya lebih elastis, 3.2. Cara Menghitung Elastisitas Permintaan Secara garis besar ada dua cara dalam mengukur besaran elastisitas permintaan, yaitu : (1) Elastisitas Titik (Point elasticity) Cara ini digunakan untuk mengukur elastisitas yang perubahan harga dan jumlah yang diminta relatif sangat kecil atau limit mendekati nol, hal ini dapat dibuktikan, (1) Elastisitas Busur (Art Elastisity) Cara kedua ini digunakan untuk mengukur perubahan harga dan jumlah permintaan yang besar. Cara penghitungan ini terbagi dalam dua bentuk : a. Elastisitas Jarak. Suatu cara mengukur elastisitas yang besar, tetapi bersifat searah, seperti diukur dari titik A ke titik B tidak sama besar hasilnya bila diukur dari titik B ke titik A. a. Elastisitas Jarak dengan Modifikasi / mid point; Suatu cara dalam mengukur besaran elastisitas tanpa memperhatikan arah, apakah dimulai dari titik A ke titik B atau sebaliknya, dimana cara ini tidak akan ada perbedaan dari hasilnya, tujuan dari metode perhitungan ini adalah untuk mengatasi kelemahan pada cara pengukuran jarak (a). 3.2. Elastisitas dan Penerimaan Elastisitas berhubungan dengan reaksi jumlah barang terhadap perubahan harga, pada suatu kurva permintaan atau penawaran tertentu. Elastisitas perlu diketahui oleh penjual sebab; jika jumlah barang besar reaksinya terhadap perubahan harga, maka suatu penurunan harga akan menaikkan jumlah pengeluaran konsumen untuk barang tersebut, berarti juga menaikkan penghasilan. Jika jumlah barang tidak ada atau kecil reaksinya terhadap perubahan harga, maka penurunan harga hanya akan menurunkan jumlah penghasilan yang diterima penjual dari penjualan barang tersebut. Bagi penjual yang penting adalah hubungan antara perubahan harga, elastisitas dan jumlah penerimaan penjual, jika kuantitas dikalikan dengan harga per unit, maka akan menghasilkan jumlah penerimaan, karena total penerimaan dari penjualan dalam suatu pasar adalah sama dengan harga produk kali dengan harga barang yang dijual (TR = P x Q). Koefisien dari elastisitas permintaan dapat dipakai untuk meramalkan apa yang akan terjadi terhadap total penerimaan dari penjualan; apa yang akan terjadi dengan total pengeluaran konsumen bila harga berobah. Sepanjang kurva permintaan, Harga dan Quantitas barang akan selalu bergerak berlawanan arah, suatu penurunan harga (p) akan memberikan total penerimaan yang lebih rendah dan suatu kenaikkan kuantitas (Q) akan menaikkan total penerimaan (TR). Apa yang sesungguhnya terjadi terhadap Total Penerimaan, tergantung kepada reaksi permintaan terhadap perobahan harga barang. Pada permintaan yang elastis, maka penurunan harga mengakibatkan persentase kenaikkan kuantitas yang dijual melebihi persentase turunnya harga, sehingga akan menyebabkan kenaikkan jumlah penerimaan. Pada permintaan yang in elastis, maka suatu penurunan harga akan memberikan kenaikkan kuantitas yang terjual relatif lebih kecil daripada penurunan harga, sehingga jumlah penerimaan penjual menjadi turun. Pada permintaan yang unitari, maka persentase kenaikan kuantitas akan sama dengan persentase harga, dan jumlah penerimaan penjual akan tetap tidak berubah jika terjadi kenaikkan harga dan sebaliknya. Oleh karena itu, seorang penjual yang akan merubah harga harus memperhatikan elastisitas permintaan setiap tingkat harga tersebut. Jadi berobahnya total penerimaan (TR) dapat memberikan cara yang cepat, untuk meneliti apakah suatu titik berada pada titik elastis, in elastis dan unitari, dengan cara : a) Bilamana P diturunkan dan TR menurun pula, maka permintaan adalah inelastis, atau jika P dan TR bergerak arah yang sama, maka Eh < 1; b) Bilamana P diturunkan dan menyebabkan TR meningkat, maka permintaan adalah elastis, atau jika P dan TR bergerak berbeda arah, maka Eh > 1;
    c) Bilamana P dinaikkan atau diturunkan, sedangkan TR sama saja, maka permintaan bersifat elastis kesatuan (unity) atau jika TR tidak berobah, ketika P berobah, maka Eh = 1.

    Jadi ada dua cara untuk menentukan apakah permintaan tersebut adalah Elastis, In elastis atau Unity, yaitu cara :
    1) Metode Perhitungan Koefisien Elastisitas harga dari permintaan yang diperoleh dari informasi P dan Q.
    Observasi apa yang akan terjadi terhadap Total Penerimaan/Total Revanue (TR), apabila P berobah dan pengujian total penerimaan (Total Revanue Test), tapi cara kedua ini tidak memberikan suatu nilai koefisien.



    BIAYA (COST) DAN PENDAPATAN (REVENUE)

    BIAYA (COST)
    Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
    Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
    Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
    Macam-macam Biaya (cost)
    Biaya Pabrikasi :
    -Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
    -Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
    Biaya Non-pabrikasi :
    -Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
    -Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan
    Departemen :
    -Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
    -Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.
    Periode Akuntansi :
    -Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
    -Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.
    Volume Produksi :
    -Biaya Tetap (FC) : Biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
    -Biaya Variabel (VC) : Biaya yang bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
    a)Total Biaya (TC) keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang.
    Rumus : TC = TFC + TVC
    b)Biaya Perunit (AC) : Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi.
    Rumus : AC = TC / Q
    Q ialah Produk.
    c)Biaya Marginal (MC) : Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi
    Biaya Eksplisit : Biaya yang kelihatan dalam proses produksi
    Biaya Implisit : Biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan
    PENDAPATAN (REVENUE)

    Selain biaya produksi, ada juga Pendapatan/Revenue yaitu berapa jumlah pendapatan yang akan diperoleh dengan memproduksi barang tersebut.
    •Total Revenue (TR) : total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu.
    •Kuantitas Barang (Q) : total jumlah barang yang diproduksi produsen
    •Average Revenue (AR) : harga rata-rata unit barang AR=TR/Q

    STRUKTUR PASAR

    Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, misalnya jumlah perusahaan dalam pasar, skala produksi, jenis produksi dan sebagainya.

    Suatu struktur pasar dikatakan kompetitifjiak perusahaan tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pasar. Struktur pasar kompetitif berbeda dengan tingkah laku kompetitif, tingkah laku kompetitif adalah kondisi dimana perusahaan harus bersaing secara aktif dengan perusahaan lain.

    Struktur pasar pada prinsipnya berarti mengelompokkan produsen/perusahaan yang terdapat didalam industri ke dalam beberapa bentuk dasar berdasarkan :
    1. Jenis barang yang dihasilkan
    2. Banyaknya/jumlah perusahaan dalam industri
    3. Mudah tidaknya keluar masuk dalam industri
    4. Peranan iklan dalam kegiatan industri (pasar).
    Berdasarkan kriteria tersebut, dalam analisa ekonomi struktur pasar dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu :

    A. Pasar Persaingan Sempurna
    Adalah struktur pasar yang ditandai oleh jumlah pembeli dan penjual yang sangat banyak. Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :

    - Jumlah penjual dan pembeli banyak
    - Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
    - Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
    - Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
    - Posisi tawar konsumen kuat
    - Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
    - Sensitif terhadap perubahan harga
    - Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

    Cirinya adalah:

    • Banyak perusahaan dalam pasar
    • Setiap perusahaan sebagai penerima harga (price taker)
    • Bebas keluar dan amasuk dalam pasar
    • Produknya bersifat homogen/identikal
    • Penjual dan pembeli punya informasi mengenai pasar

    Perusahaan (produsen) bertujuan memaksimumkan profit:

    1. MR = MC, dilihat dari tingkat output
    2. MVP = MRP = MFC, dilihat dari penggunaan input
    Keuntungan/profit ekonomi adalah selisih antara total penerimaan dengan total biaya ekonomi (laba/profit di atas normal).
    Profit normal adalah biaya oportunitas atau normal rate of return dari sumber yang dimiliki owner yang dipakai dalam kegiatan usaha.
    Profit (?) = Economic profit = TR - TC
    Profit (?) = TR - Explicit Cost - Normal Profit
    Perbedaan utama antara pasar persaingan sempurna dengan pasar lain adalah bentuk kurva permintaannya. Kurva pemintaan pada pasar persaingan sempurna berbentuk horizontal, karna beberapa output perusahaan, harga tidak akan berubah. Dalam pasar persaingan sempurna, harga sama dengan panerimaan rata-rata dan penerimaan marjinal.

    B. Pasar Monopoli

    Adalah struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
    - Hanya terdapat satu penjual atau produsen
    - Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
    - Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
    - Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
    - Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
    - Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses

    Cirinya adalah:

    • Industri dengan satu perusahaan
    • Sebagai penentu harga (price maker, price setter, or price seller)
    • Tidak ada kemungkinan entry & exit bagi pendatang baru
    • Produknya adalah diferensiasi (tidak identitikal)
    • Promosi kurang diperlukan

    Monopoli mempunyai slop kurva demand negatif (d = AR) dan keuntungan ekonomi maksimum dicapai pada MR = MC, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
    Monopolist dapat memaksimumkan profit dengan melakukan:

    • Diskriminasi harga atau menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda (multi-market monopoly).
    • Menjual produk yang sama dan harga yang sama dari pabrik yang berbeda (multi-plant monopoly).
    • Perusahaan dapat menggunakan input yang sama dengan output berbeda (multi-product monopoly)

    Limit pricing adalah cara penentuan harga di bawah biaya rata-rata minimum suatu perusahaan agar perusahaan yang akan memasuki suatu industri menjadi takut.
    Tambahan :
    - Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
    - Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.

    Beberapa syarat (asumsi) penerapan diskriminasi harga adalah:
    1. Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar yang lain
    2. Sifat barang dan jasa memungkinkan untuk dilakukan pembedaan harga
    3. Elastisitas pada masing-masing pasar harus berbeda
    4. Kebijakan ini tidak menyedot biaya yang melebihi profit
    5. Produsen dapat eksploitasi ketidak-rasionalan sikap konsumen (seperti pembungkus, merk/cap, atau promosi/iklan yang berbeda)
    Diskriminasi harga memiliki perbedaan derajat yaitu tingkat pertama, tingkat kedua dan tingkat ketiga.

    C. Pasar Monopolistik

    Adalah struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk ) dibandingkan produsen lain. Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :

    - Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
    - Mirip dengan pasar persaingan sempurna
    - Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
    - Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
    - Relatif mudah keluar masuk pasar

    Cirinya adalah:

    • Terdapat banyak perusahaan/penjual
    • Relatif kecil kekuasaan menentukan dan mempengaruhi harga
    • Barangnya berbeda corak (differentiated product)
    • Keluar dan masuk industri relatif bebas
    • Promosi penjualan sangat aktif

    Perusahaan dalam persaingan monopolistik dapat memaksimumkan profit ekonomi dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang profit ekonominya nol dan memperoleh profit normal karena berproduksi under capacity.

    Penilaian terhadap Persaingan Monopolistik:

    • Penggunaan sumber daya kurang efisien dibandingkan dengan persaingan sempurna
    • Diferensiasi produk merupakan kompensasi dari inefisiensi. Masyarakat dapat memilih antara produk efisien (hraga murah) atau dengan diferensiasi produk (banyak pilihan jenis barang).
    • Perkembangan teknologi dan inovasi relatif terbatas karena keuntungan tidak berlangsung lama
    • Distribusi pendapatan relatif seimbang karena tidak terdapat kelebihan keuntungan dalam jangka panjang.
    Struktur pasar ini juga mengedepankan persaingan non-harga yaitu merupakan usaha-usaha di luar perubahan harga yang dilakukan untuk menarik banyak pembeli terhadap barang yang diproduksinya.
    Ada dua bentuk yaitu:
    • Diferensiasi produk: beda merk, kemasan, mutu, cita rasa, purna jual, dll
    • Promosi penjualan melalui iklan (jenis iklan pertama dan kedua)

    D. Pasar Oligopoli

    Adalah struktur pasar di mana hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi hampir semua output industri dan mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
    - Harga produk yang dijual relatif sama
    - Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
    - Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
    - Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.

    Cirinya adalah:

    • Jumlah perusahaan beberapa atau sangat sedikit (4 atau 8 besar perusahaan raksasa menguasai 70%-80% nilai seluruh produksi atau penjualan produknya
    • Jenis barangnya bisa homogenous atau diferensiasi
    • Kekuasaan menentukan harga, terkadang kuat (tangguh) dan ada kalanya sangat lemah
    • Hambatan masuk cukup kuat, karena paten dan modal yang diperlukan sangat besar.
    • Promosi relatif diperlukan

    Jika ada dua perusahaan dalam struktur pasar oligopoli, maka disebut duopoly.
    Sementara itu, oligopoli yang produknya homogen disebut pure oligopoly, sedangkan produknya diferensiasi dikenal differentiated oligopoly.

    Strategi penentuan harga dapat ditempuh dengan dua cara:

    • Collusion (kesepakatan/persekongkolan)
    • Non-collusion (tanpa persekongkolan)
    Beberapa cara untuk mengetahui derajat oligopoli:
    • Concentration ratio
    • Herfindahl Index
    • Contestable Markets
    Model Oligopoli yang penting:
    • Kinked Demand Curve Model (Paul Sweezy, 1939)
    • Game Theory (Prisoner’s, advertiser’s, and pricing dilemmas)
    • Cartel Arrangement
    • Price Leadership
    • Sales Maximization Model (William Baumol, 1959)
    Strategi untuk menghalangi potensial entrants:
    1. Entry limit pricing
    2. Capacity barrier to entry
    3. Multi-product cost barrier
    4. New product development as a barrier to entry
    Perusahaan Oligopoli sering menghadapi persoalan yang dikenal dengan ‘priosoner’s dilemma’, refers to a situation in which each firm adopts its dominant strategy but each could do better (ie. earn larger profits) by cooperating.

    UANG Pengertian, Penciptaan, dan Peranannya dalam Perekonomian

    Definisi Uang
    • Uang adalah suatu benda yang pada dasarnya berfungsi sebagai :
    (a) medium of exchange
    (b) store of value
    (c) unit of account
    (d) standard for deffered payment

    Motif Memegang Uang (Keynes)
    1. Transactions Motive
    2. Precautionary Motive
    3. Speculative Motive


    Otorita Penciptaan Uang
    • Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia melaksanakan fungsi otoritas moneter yang salah satu tugasnya adalah mengeluarkan dan mengedarkan uang.
    • Di AS, selain bank sentral (The Federal Reserve), Departemen Keuangan (Treasury Departement) juga mempunyai wewenang untuk menciptakan uang dengan pecahan logam tertentu.

    Uang Beredar
    • Uang kartal; (logam dan kertas) yang ada di tangan masyarakat (di luar bank umum) dan siap dibelanjakan, setiap saat dikeluarkan oleh bank sentral.
    • Uang giral; yaitu uang di rekening giro (demand deposits) yang diciptakan oleh bank-bank umum atau dikenal BPUG (Bank umum Pencipta Uang Giral)
    • Uang kuasi; yaitu uang dalam bentuk tabungan (saving deposits) dan deposito berjangka (time deposit) yang dikeluarkan oleh bank-bank umum.


    Uang Beredar
    Perbedaan:
    (1) Uang kartal dikeluarkan dan diedarkan oleh BI sementara uang giral dan uang kuasi diciptakan dan diedarkan oleh bank umum.
    (2) Dari peggunaannya, uang kartal dan giral dapat digunakan langsung sebagai alat pembayaran; uang kuasi tidak dapat secara langsung digunakan sebagai alat pembayaran.
    Uang Beredar
    Jenis-Jenis Uang Beredar di Indonesia terdiri dari
    DUA macam :
    • Uang beredar dalam arti sempit (M1) yaitu kewajiban sistem moneter (bank sentral dan bank umum) terhadap sektor swasta domestik (penduduk) meliputi uang kartal (C) dan uang giral (D)
    • Uang beredar dalam arti luas (M2) disebut juga Likuiditas Perekonomian yaitu kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik meliputi M1 ditambah uang kuasi (T)
    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Terdiri dari tiga pelaku; bank sentral, bank umum dan sektor swasta domestik. Interaksi terjadi antara penawaran uang oleh sistem moneter dan permintaan uang oleh sektor swasta domestik.


    • Penciptaan uang primer oleh otoritas moneter.
    Uang primer/inti (M0) adalah uang kartal dan simpanan giro bank umum. Disebut primer / inti karena jenis uang ini merupakan inti atau “biang”dalam proses penciptaan uang beredar (C, D, dan T). “Uangkartal adalah uang primer TETAPI tidak semua uang primer adalah uang kartal.”

    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Penciptaan Uang Oleh Bank Umum
    Bank umum menciptakan uang giral dan kuasi melalui beberapa cara yaitu:
    1. Substitusi; masyarakat menyetor uang kartal ke bank umum ke dalam simpanan giro, tabungan, atau deposito.
    2. Transformasi; bank umum membeli surat berharga dan kemudian membukukan dalam bentuk simpanan giro, tabungan, atau deposito.
    3. Pemberian kredit; bank umum memberikan kredit kepada nasabah dan membukukan kredit tersebut ke rekening giro atas nama debitur yang menerima kredit tersebut.


    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Hubungan M0, M1, M2
    Otoritas moneter tidak sepenuhnya dapat mengendalikan uang beredar, sebab sangat tergantung faktor bank umum dan perilaku masyarakat.
    Bank sentral hanya dapat mengendalikan M0.
    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Money Multiplier (mm)
    Konsep mm menjelaskan bagaimana proses penciptaan uang giral dan kuasi akibat adanya perubahan M0. Berapabesar atau berapa kali perubahan uang beredar sebagai akibat perubahan uang primer (M1).
    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Determinan mm adalah:
    c (currency ratio) yaitu rasio uang giral terhadap uang kartal t (time and savings deposits rasio) yaitu rasio tabungan dan deposito (uang kuasi) terhadap uang giral
    r (reserve ratio) yaitu rasio cadangan bank terhadap total simpanan (giral + kuasi)

    Mekanisme Penciptaan Uang
    • Currency Ratio (r)
    r dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam memilih memegang uang kartal atau giral. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat:
    (1) Biaya penggunaan uang giral; biaya transportasi dan biaya administrasi simpanan
    (2) Kenyamanan dan Keamanan; uang giral lebih aman dan nyaman dalam penyelesaian transaksi yang relatif besar.
    • Time and savings deposits ratio (t)
    Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat menentukan t, yaitu:
    (1) Opportunity cost; t berubah searah dengan suku bunga uang kuasi dan berlawanan arah dengan suku bunga uang giral.
    (2) Pendapatan masyarakat; t berubah searah dengan perubahan tingkat pendapatan.
    (3) Kemajuan layanan sektor perbankan; t meningkat bila layanan sektor perbankan semakin maju
    • Reserve ratio (r)
    Di bank umum, r dibagi dua yaitu:
    (1) legal reserve ratio; rasio cadangan resmi terhadap simpanan masyarakat yang dipengaruhi oleh ketentuan bank sentral
    (2) excess reserve ratio; rasio cadangan terhadap simpanan masyarakat yang dipengaruhi oleh keperluan bank akan terhadap likuiditas jangka pendek (simpanan giro atau simpanan tabungan)
    • Faktor yang mempengaruhi uang beredar, yaitu:
    (1) faktor yang mempengaruhimm, yaitu c, t, dan r.
    (2) faktor yang mempengaruhi perubahan uang primer.Hal ini terkait dengan perubahan transaksi keuangan daerah yang tercermin pada pos-pos Neraca Otoritas Moneter baik dari sisi penggunaan uang primermaupun faktor yang mempengaruhi uang primer (aktiva luar negeri bersih, aktiva dalam negeri bersih, dan aktiva lainnya bersih).

    Peranan Uang dalam Perekonomian
    • Uang dan kegiatan ekonomi
    Perkembangan perekonomian dapat diamati dari dua sektor yang saling terkait yaitu
    SEKTOR RIIL (pasar barang dan jasa) dan
    SEKTOR MONETER (pasar uang).
    Aliran uang akan sebanding dengan aliran barang dan jasa.
    Teori Klasik:
    M x V = P x T
    dimana V dan T diasumsikan konstan dalam short run.

    •Uang, Suku Bunga, dan Inflasi
    Ketidakseimbangan uang beredar (excess demand for money or excess money supply) mempengaruhi harga (inflasi) dan suku bunga.
    Perubahan suku bunga terjadi sebagai akibat perubahan jumlah uang beredar yang mencerminkan interaksi antara sisi permintaan dan sisi penawaran.
    SBI menjadi acuan bagi perkembangan suku bunga pinjaman, simpanan, atau suku bunga di pasar uang.
    Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.
    Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan.
    Abraham H. Maslow dalam teori Motivasinya mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik manusia tidak lain adalah berupa barang dan jasa. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa tersebut, cara yang paling mudah adalah dengan memiliki sesuatu yang disebut UANG. Karena uang adalah sesuatu benda yang diterima dan digunakan secara umum sebagai alat untuk memudahkan proses transaksi dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa barang dan jasa. Sehingga secara tidak langsung juga dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang paling “mendasar” dalam perekonomian dan kehidupan sosialnya adalah uang.
    Uang yang semula dimaksudkan berfungsi sebagai alat tukar dan standar satuan nilai ternyata juga berdampak terhadap fokus budaya manusia ketika uang diaplikasikan sebagai properti yang menentukan martabat seseorang di tengah masyarakat. Dalam sejarahnya, peranan dan fungsi uang telah berkembang secara pesat, tanpa mengenal batas, ras, bangsa dan negara sehingga uang telah ikut memberikan andil yang penting dalam proses perkembangan peradaban manusia secara global. Aphra Behn, seorang dramawan abad ke-17 menulis dalam bukunya The Rover (1677) “Uang berbicara dalam bahasa yang dimengerti semua bangsa”.
    Uang memang benda mati. Namun ternyata ia bisa mengendalikan hidup manusia. Ini bisa terjadi jika manusia lupa akan fungsi dan peran uang yang sesungguhnya. Dengan uang – yang notabene adalah benda mati – napas hidup perekonomian suatu negara dapat terlihat. Dengan uang manusia bisa membeli rasa “aman:, bersosialisasi, dihargai dan dihormati. Dengan uang manusia dapat mengaktualisasikan dirinya.

    jika ingin membaca lebih lengkap silahkan download file wordnya


    narendra (11108406) (download)

    Sumber :
    http://organisasi.org
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id
    http://faizulmubarak.wordpress.com
    read more

    Subscribe