Kamis, 22 Oktober 2015

0

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

  • Kamis, 22 Oktober 2015
  • Share
  • A. Pendahuluan
    Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting.
    Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat
    manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta
    menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda
    dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan
    untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost
    yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban
    ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak
    ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada
    hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost
    ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss.

    B. Manfaat Akuntansi Biaya
    Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu
    informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu
    untuk :
    1.  Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi
    atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan
    selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan
    akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan
    dimasa yang akan datang.
    2.  Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat
    membantu dalam : (a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun
    barang dalam proses, (b) penetapan harga jual terutama harga jual yang
    didasarkan    kontrak, walaupun      tidak selamanya      penentuan    harga   jual
    berdasarkan harga pokok, (c) penetapan laba.
    3.  Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.

    C. Klasifikasi Biaya
    Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan
    untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas
    disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
    menggolongkan biaya diantaranya :
    1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
    a. Factory Cost (Biaya Produksi)
    1. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
    2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
    3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)
    b. Commercial Expense (Operating Expense)
    1. Marketing and Selling Expense
    2. General & Administration Expense


                      2. Berdasarkan Periode Akuntansi
    a.  Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi     
    manfaat   pada    beberapa    periode akuntansi. Jenis pengeluaran             ini
    dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran
    dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi
    manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan
    pengeluaran ini sifatnya tidak rutin.
    b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan
    memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi.
    Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan
    dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue
    expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode
    terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya
    pengeluaran ini sifatnya rutin.

    3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya
    a. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung
    dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka
    waktu tertentu.
    c.  Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat
    dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu.

    4.  Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya
     a. Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik
    yang eksplisit dengan output.
     b.  Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed
    cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat
    dengan output.
    d. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi
    dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi
    dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi.

    5. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya
     a. Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan
    volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah
    berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.
     b. Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya
    aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah
    secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume
    kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel.
    c.  Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai
    dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak
    sebanding/proporsional.

    6. Berdasarkan Objek yang dibiayainya
      a. Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi
    kepada objek atau pusat biaya tertentu.
      b. Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat
    diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang
    manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.



    D. Sistem Akuntansi Biaya
    Sistem akuntansi biaya (cost system) dapat dikelompokkan menjadi dua
    sistem yaitu :
    1. Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya). Yaitu sistem
    pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai
    dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Pada sistem ini, harga pokok
    produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya
    dikumpulkan.
    2. Standard Cost System (Sistem Harga Pokok Standar). Yaitu sistem pembebanan
    harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok
    yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.  

    E. Sistem Pengumpulan Harga Pokok
    1.  Job Order Cost. Yaitu suatu metode pengumpulan harga pokok produk yang
    dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak. Jadi setiap ada pesanan
    mempunyai harga pokok tersendiri yang dibuat dalam job cost sheet. Pada
    metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan.
    2.  Process Cost. Yaitu metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya
    dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Pada metode ini, proses produksi
    diperusahaan dilaksanakan secara terus menerus, barang yang dihasilkan
    homogen, dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu. Pada
    metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi stock.

    F. Manfaat Biaya Perunit
    1. Perusahaan Manufaktur
    Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya
    sehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. Informasi biaya perunit
    adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaian persediaan,
    penentuan laba, dan pengambilan keputusan lainnya. Pengungkapan biaya
    persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuangan yang dihadapi
    setiap perusahaan pada setiap akhir periode.
    Untuk menentukan biaya perunit, maka total biaya yang digunakan
    tergantung tujuan informasi tersebut. Perusahaan dapat menggunakan biaya
    produksi, atau biaya variabel, atau biaya produksi ditambah biaya non produksi.
    Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal, maka informasi biaya
    perunit diperoleh dari total biaya produksi, sedangkan untuk pengambilan keputusan
    untuk menerima atau menolak pesanan khusus, dalam kondisi perusahaan
    beroperasi dibawah kapasitas produksi, maka informasi biaya yang dibutuhkan
    adalah informasi biaya variabel.

    2. Perusahaan Jasa
    Perusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. Pada dasarnya
    untuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaan
    manufaktur adalah sama. Pertama sekali, perusahaan jasa yang disediakan dan
    mengidentifikasi total biaya untuk unit jasa yang disediakan.
    Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biaya
    dengan tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan profitabilitas, kelayakan untuk
    memperkenalkan layanan baru, membuat keputusan harga jual dan lainnya, hanya
    perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukan nilai persediaan,
    karena jasa tidak menghasilkan produk fisik.



    G. Kalkulasi Biaya Produk Tradisional
    Kalkulasi biaya produk tradisional hanya membebankan biaya produksi pada
    produk. Pembebanan biaya utama keproduk tidak memiliki kesulitan, karena dapat
    menggunakan penelusuran langsung atau penelusuran penggerak yang sangat
    akurat. Tetapi sebaliknya, biaya overhead memiliki masalah dalam pembebanan
    biaya ke produk, karena hubungan antara masukan dan keluaran tidak dapat
    diobservasi secara fisik.
    Dalam sistem biaya tradisional, untuk membebankan biaya ke produk
    digunakan penggerak aktifitas tingkat unit (unit level drivers), karena ini merupakan
    faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit yang
    diproduksi. Contoh penggerak tingkat unit yang secara umum digunakan untuk
    membebankan overhead meliputi :
    1. Unit yang diproduksi
    2. Jam tenaga kerja langsung
    3. Tenaga kerja langsung (rupiah)
    4. Jam mesin
    5. Bahan langsung
    Setelah mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat unit, lalu memprediksi
    tingkat keluaran aktifitas yang diukur oleh penggerak tersebut, yaitu apakah
    berdasarkan aktifitas aktual yang diharapkan (expected activity level) dan aktifitas
    normal (normal activity level). Expected activity level adalah output aktivitas yang
    diharapkan dicapai oleh perusahaan pada tahun yang akan datang, sedangkan
    normal activity level adalah output aktivitas rata-rata yang merupakan pengalaman
    perusahaan dalam jangka panjang. Aktivitas normal mempunyai keunggulan berupa
    penggunaan tingkat aktifitas yang sama dari tahun ketahun, sehingga pembebanan
    overhead ke produk tidak begitu berfluktuasi.

    H. Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya
    Tarif pabrik menyeluruh dan tarif departemental telah digunakan beberapa
    dekade dan terus digunakan secara sukses. Namun pada beberapa situasi tarif
    tersebut menimbulkan distorsi yang dapat membuat stress perusahaan yang
    berproduksi dalam      lingkungan    produksi canggih       (advanced    manufacturing
    environment). Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan jaman diantaranya
    sebagai berikut :
    1.  Hasil dari penawaran sulit dijelaskan
    2. Harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal.
    3.  Produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi.
    4.  Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan
    menguntungkan.
    5.  Marjin laba sulit dijelaskan
    6.  Pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga
    7.  Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberi data
    biaya bagi proyek khusus.
    8.  Biaya produk berubah karena perubahan peraturan pelaporan

    0 Responses to “FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA”

    :1 :2 :3 :4 :5 :6 :7 :8 :9 :a :b :c
    :) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

    Poskan Komentar

    Subscribe