Senin, 04 April 2011

0

alamat google diberbagai negara

  • Senin, 04 April 2011
  • Google merupakan search engine yang banyak digunakan orang disluruh di dunia dalam mencari informasi yang mereka inginkan.

    Sekedar informasi buat para Blogger, berikut ini adalah Daftar alamat google yang terdapat di dunia :

    USA (.com) www.google.com
    Afghanistan (.com.af) www.google.com.af
    American Samoa (.as) www.google.As
    Anguilla (.off.ai) www.google.off.ai
    Antigua and Barbuda (.com.ag) www.google.com.ag
    Argentina (.com.ar) www.google.com.ar
    Armenia (.am) www.google.am
    Australia (.com.au) www.google.com.au
    Austria (.at) www.google.at
    Azerbaijan (.az) www.google.az
    Bahrain (.com.bh) www.google.com.bh
    Bangladesh (.com.bd) www.google.com.bd
    Belgium (.be) www.google.be
    Belize (.com.bz) www.google.com.bz
    Bolivia (.com.bo) www.google.com.bo
    Bosnia and Herzegovina (.ba) www.google.ba
    Botswana (.co.bw) www.google.co.bw
    Brazil (.com.br) www.google.com.br
    British Virgin Islands (.vg) www.google.vg
    Bulgaria (.bg) www.google.bg
    Burundi (.bi) www.google.bi
    Canada (.ca) www.google.ca
    Chile (.cl) www.google.cl
    China (.cn) www.google.cn
    Colombia (.com.co) www.google.com.co
    Congo, Democratic Republic of the (.cd) www.google.cd
    Congo, Republic of the (.cg) www.google.cg
    Cook Islands (.co.ck) www.google.co.ck
    Costa Rica (.co.cr) www.google.co.cr
    Croatia (.hr) www.google.hr
    Cuba (.com.cu) www.google.com.cu
    Czech Republic (.cz) www.google.cz
    Cote dCase Ivoire (.ci) www.google.ci
    Denmark (.dk) www.google.dk
    Djibouti (.dj) www.google.dj
    Dominica (.dm) www.google.dm
    Dominican Republic (.com.do) www.google.com.do
    Ecuador (.com.ec) www.google.com.ec
    Egypt (.com.eg) www.google.com.eg
    El Salvador (.com.sv) www.google.com.sv
    Estonia (.ee) www.google.ee
    Ethiopia (.com.et) www.google.com.et
    Fiji (.com.fj) www.google.com.fj
    Finland (.fi) www.google.fi
    France (.fr) www.google.fr
    Gambia (.gm) www.google.gm
    Germany (.de) www.google.de
    Gibraltar (.com.gi) www.google.com.gi
    Greece (.com.gr) www.google.com.gr
    Greenland (.gl) www.google.gl
    Guatemala (.com.gt) www.google.com.gt
    Guernsey (.gg) www.google.gg
    Haiti (.ht) www.google.ht
    Honduras (.hn) www.google.hn
    Hong Kong (.com.hk) www.google.com.hk
    Hungary (.hu) www.google.hu
    Iceland (.is) www.google.is
    India (.co.in) www.google.co.in
    Indonesia (.co.id) www.google.co.id
    Ireland (.ie) www.google.ie
    Isle of Man (.co.im) www.google.co.im
    Israel (.co.il) www.google.co.il
    Italy (.it) www.google.it
    Jamaica (.com.im) www.google.com.im
    Japan (.co.jp) www.google.co.jp
    Jersey (.co.je) www.google.co.je
    Jordan (.jo) www.google.jo
    Kazakhstan (.kz) www.google.kz
    Kenya (.co.ke) www.google.co.ke
    Kyrgyzstan (.kg) www.google.kg
    Latvia (.lv) www.google.lv
    Lesotho (.co.ls) www.google.co.ls
    Libya (.com.ly) www.google.co.ly
    Liechtenstein (.li) www.google.li
    Lithuania (.lt) www.google.lt
    Luxembourg (.lu) www.google.lu
    Malawi (.mw) www.google.mw
    Malaysia (.com.my) www.google.com.my
    Malta (.com.mt) www.google.com.mt
    Mauritius (.mu) www.google.mu
    Mexico (.com.mx) www.google.com.mx
    Micronesia (.fm) www.google.fm
    Mongolia (.mn) www.google.mn
    Montserrat (.ms) www.google.ms
    Morocco (.co.ma) www.google.co.ma
    Namibia (.com.na) www.google.com.na
    Nepal (.com.np) www.google.com.np
    Netherlands (.nl) www.google.nl
    New Zealand (.co.nz) www.google.co.nz
    Nicaragua (.com.ni) www.google.com.ni
    Norfolk Island (.com.nf) www.google.com.nf
    Norway (.no) www.google.no
    Oman (.com.om) www.google.com.om
    Pakistan (.com.pk) www.google.com.pk
    Panama (.com.pa) www.google.com.pa
    Paraguay (.com.py) www.google.com.py
    Peru (.com.pe) www.google.com.pe
    Philippines (.com.ph) www.google.com.ph
    Pitcairn (.pn) www.google.com.pn
    Poland (.pl) www.google.pl
    Portugal (.pt) www.google.pt
    Puerto Rico (.com.pr) www.google.com.pr
    Qatar (.com.qa) www.google.com.qa
    Romania (.ro) www.google.ro
    Russia (.ru) www.google.ru
    Rwanda (.rw) www.google.rw
    Saint Helena (.sh) www.google.sh
    San Marino (.sm) www.google.sm
    Saudi Arabia (.com.sa) www.google.com.sa
    Senegal (.sn) www.google.sn
    Seychelles (.sc) www.google.sc
    Singapore (.com.sg) www.google.com.sg
    Slovakia (.sk) www.google.sk
    Slovenia (.si) www.google.si
    South Africa (.co.za) www.google.co.za
    South Korea (.co.kr) www.google.co.kr
    Spain (.es) www.google.es
    Sri Lanka (.lk) www.google.lk
    St.Vincent and the Grenadines (.com.vc) www.google.com.vc
    Sweden (.se) www.google.se
    Switzerland (.ch) www.google.ch
    Taiwan (.com.tw) www.google.com.tw
    Tajikistan (.com.tj) www.google.com.tj
    Thailand (.co.th) www.google.co.th
    The Bahamas (.bs) www.google.bs
    Tonga (.to) www.google.to
    Trinidad and Tobago (.tt) www.google.tt
    Turkey (.com.tr) www.google.com.tr
    Turkmenistan (.tm) www.google.tm
    U.S. Virgin Islands (.co.vi) www.google.co.vi
    Uganda (.co.ug) www.google.co.ug
    Ukraine (.com.ua) www.google.com.ua
    United Arab Emirates (.ae) www.google.ae
    United Kingdom (.co.uk) www.google.co.uk
    Uruguay (.com.uy) www.google.com.uy
    Uzbekistan (.co.uz) www.google.co.uz
    Venezuela (.co.ve) www.google.co.ve
    Vietnam (.com.vn) www.google.com.vn
    Zambia (.co.zm) www.google.co.zm
    read more
    0

    menghilanggkan user account control pada windows vista

  • yang saya maksudkan disini adalah ,permintaan ijin untuk mengesekusi sesuatu program yang kita klik,bagi saya itu sangat lah menggangu , bahkan kadang kadang membuat lemot
    jadi saya ingin memberitahu caranya untuk menghilangkannya.
    Berikut cara untuk menghilangkan (menonaktifkan fitur User Account Control pada Winodws Vista

    * Klik Start Menu
    * Masuk ke dalam Control Panel
    * Setelah masuk kedalam Tampilan Control Panel lalu Pilih pada User Accounts and Family Safety
    * Lalu klik pada pilihan : User Accounts
    * Kemudian pilih Menu untuk menonaktifkan-a pada Turn User Account Control On of
    * Lalu uncheck pada Use User Account Control (UAC) to help protect your komputer
    * Kemudian OK
    * Finish
    * Restart Komputer Anda

    bagaimana berhasilkah,kalau berhasil ditunggu komentar yang membantunya ya
    read more

    Kamis, 31 Maret 2011

    0

    Penulisan ilmiah

  • Kamis, 31 Maret 2011
  • Penulisan ilmiah Bab 1

    1.1 Latar Belakang.

    Berangkat dari paradigma pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, bisnis, administrasi perkantoran, komunikasi dan kegiatan lain dalam kehidupan sehari-hari memegang peranan yang cukup besar di negara ini dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Sejalan dengan itu hanya komputerlah yang dapat menghasilkan suatu informasi yang sangat baik.
    Penyebaran informasi telah banyak dilakukan melalui media elektronik yang diantaranya adalah penyebaran informasi melalui media internet. Dimana fasilitas ini sangat membantu berbagai pihak dalam penyebaran informasi dalam berbagai bidang seperti kesehatan, bisnis, pendidikan, penjualan online, hiburan,
    dll.

    Penyebaran informasi dalam bidang pendidikan melalui media internet atau lebih dikenal dengan istilah e-learning (electronic learning) merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah “maya”. Hal ini merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.
    Banyaknya siswa sekolah menengah atas jurusan IPA yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai bahan ajaran Fisika dalam persiapan menempuh ujian akhir menjadi latar belakang penulis untuk membuat media pembelajaran dengan menggunakan internet sebagai media perantaranya.
    Dengan adanya metode pembelajaran e-learning, kita dapat mengatakan bahwa belajar akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dengan beberapa kali klik, semua proses belajar mengajar dapat diselesaikan dengan cepat. Selain itu secara psikologis, siswa menjadi jauh dari tekanan, baik dari pihak institusi pendidikan maupun staff pengajar. Oleh sebab itu penulis mencoba membuat
    sebuah program aplikasi e-learning dengan judul “aplikasi e-learning Fisika untuk siswa SMA dengan menggunakan Moodle”.
    Untuk pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan software Moodle karena Moodle memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan software- software yang lain, salah satunya adalah 100% cocok untuk kelas online dan sama baiknya dengan belajar tambahan yang langsung berhadapan dengan dosen / guru. Disamping itu juga software ini bersifat Sederhana, efisien, ringan dan kompatibel dengan banyak browser.

    1.3 Tujuan Penulisan.

    Pembuatan website e-learning pembelajaran Fisika yang ditujukan khususnya kepada siswa SMA kelas 3 ini berisi materi pembelajaran Fisika, latihan soal beserta pembahasan yang menjelaskan bagaimana soal-soal tersebut dapat dipecahkan. Dengan adanya aplikasi ini, penulis mempunyai tujuan agar dapat membantu memberikan kemudahan kepada siswa SMA kelas 3 dalam mendapatkan materi, latihan-latihan soal beserta cara pemecahan masalahnya serta memberikan nilai dari latihan soal yang mereka kerjakan. Dengan adanya website e-learning ini memungkinkan siswa tidak hanya di kelas, tetapi mereka juga dapat belajar di luar kelas secara mandiri yaitu dengan menggunakan website e-learning melalui prantara internet yang dapat diakses setiap saat, kapan dan dimana pun.

    Bab 2

    Pembahasan Teori yang di gunakan.

    E-Learning
    Istilah e-Learning mengandung pengertian yang sangat luas,sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e-learning dari berbagai sudut pandang.Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E.Hartley yang menyatakan:
    e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet,intranet atau media jaringan computer lain.
    Pada dasarnya e-Learning mempunyai 2 tipe,yaitu synchronous dan asynchronous.
    Synchronous training
    Synchronous berarti “pada waktu yang sama”.Jadi , Synchronous Training adalah tipe pelatihan,dimana proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar.Hal tersebut memungkinkan interaksi langsung antara murid dan guru,baik menggunakan internet maupun intranet.
    Asynchronous Training
    Asynchronous berarti “tidak pada waktu yang bersamaan”Jadi,seseorang dapat mengambil pelatihan pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan pelatihan.Pelatihan ini lebih populer di dunia e-learning karena memberikan keuntungan lebih bagi peserta pelatihan.karena dapat mengakses pelatihan kapanpun dan dimanapun.

    Bab 3

    Kesimpulan

    Dengan semakin berkembangnya komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, maka sudah sewajarnya pemakai komputer tersebut dapat mengikuti arus perkembangannya. Dengan pembuatan aplikasi penerimaan siswa-siswi baru ini, penulis mengharapkan agar aplikasi tersebut dapat berguna bagi pemilik sekolah tersebut. Penulis juga mengharapkan agar pembaca dapat mengembangkan aplikasi database tersebut, sehingga menjadi lebih sempurna.
    read more

    Senin, 14 Maret 2011

    0

    200210 memiliki seribu bahasa

  • Senin, 14 Maret 2011
  • iseng-iseng buat vidio tentang aku dan dia pake foto2 trus di buat di movie maker,,aku buat iseng2 gara2 gak bisa bobo,,bangun2 jam 1 aku buat selesai baru jam setengah 5an..lama banget,,masukin ft2 dan buat transisitionnya yg lama,,sedihnya di filmnya gak bisa dimasukin lagi atau back songnya,,hiks jadi cuma gaambar ajh,,udh jadi filnya beratnya 50mb an..mau di uplod gagal trusss,,huhuh tp sekarang lagi dicoba niii..udh dijadikan rar jadi 45 mb,,so doakan sukses yahhh,,butuh waktu sejam ..atau lebih..

    yang ingin disampaikan didalam video tersebut adalah betapa aku sayang,aku cinta kepadanya....apapun yang terjadi perasaanku tak akn hilang......
    cintakuu gak kan hilang ditelan masa

    love u 200210


    wahh ternya uplodnya berhasil..asikkkkkkkkk jadi kalau mau ada yg donlot silahkan disini yaaa
    it is love



    read more

    Kamis, 24 Februari 2011

    0

    KONFLIK MESIR BUAT PELAJARAN SEMUA NEGARA

  • Kamis, 24 Februari 2011
  • KONFLIK MESIR BUAT PELAJARAN SEMUA NEGARA

    Setelah saya membaca berbagai artikel mengenai apa yang terjadi di Negara mesir saya dapat menyimpulkan beberapa kata2 menurut saya yaitu :
    30 tahun kepemerintahan hosni Mubarak sedang diancam oleh rakyatnya sendiri ,sedang terjadi demonstrasi besar-besaran di setiap sudut Negara tersebut
    Demonstrasi dilakukan oleh masyarakat yang anti terhadap hosni Mubarak
    Dalam kemepmerintahannya Negara mesir memang mengalami kemajuan yang sangta besar namun disisi negatifnya sang presiden sedang mendirikan kerajaan didalam sebauh Negara yaitu mesir,dengan harta kekayaan yang sangat besar yang didapat saat menjadi presiden dan kemiskinan yang baertambah itulah alasannya mengapa simpatik rakyat telah hilang untuk sosoknya

    “karismanya telah hilang” itu yang saya bisa katakan tentang sosok hosni Mubarak

    Jika kita lihat kebelakang kasus ini sangat mirip seperti kasus penggulingan mantan presiden soharto oleh demonstrasi besar-besaran mahasiswa pada tahun 1997
    Pada saat itu demosntran menuntut turunnya mantan presiden Suharto karena dianggap telah menjadi diktaktor dan dianggap sebagai koruptor uang Negara
    Motivasi utama pada saat itu karena hutang Negara yang sangat banyak,dan kemiskinan bertambah sama seperti yang dialami Negara mesir

    Akibat konflik yang terjadi dimesir sangat berpengaruh taerhadap dunia ,
    Seperti contoh telah terjadi hal yang serupa di Negara Libya,harga minyak yang bisa melambung tinggi dll
    Saya sebagai mahasiswa yg notabene nya tidak pernah melakukan aktivitas demonstrasi saang prihatin melihatnya, karena mamang mungkin hanya dengan cara tersebut atau harus ada darah rakyat yang mengalir baru akan ada perubahan disebuah Negara.
    read more

    Rabu, 19 Januari 2011

    0

    apa yang telah kita lakukan dan kita harus lakukan

  • Rabu, 19 Januari 2011
  • aku membuat tulisan dengan judul "apa yang telah kita lakukan dan kita harus lakukan" dengan tema lingkugan hidup .dibaut dengan bahasa yanag sangat ringan atau bahkan nggak ada isi nya,,hahahaahh kid :)
    sebelum membaca lebih lanjut saya akan menjelaskan bahwa tulisan ini akan berasa berbelit-belit dan rumit walau ringan untuk dbaca ..heheh itu lah inti dari tulisan ini .saya jelaskan dibelakang nanti....

    selamat membaca :

    sebelum masuk kedalam apa yang akan kita bahas ,saya mau "bertanya" apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup ? mengapa saya "bertanya" dan bukan "menjelaskan"
    kalau yang tertanam di otak saya lingkungan hidup itu yaa lingkungan dimana kita hidup sekarang klo bahasa inggrisnya enviroment were we live ,keadaan yang dapat kita lihat kita raakan disekitar kita
    seperti apa yang kalain lihat sekarang ,seperti lemari,komputer ,meja dan diluar sana ada tetangga,rumah ,pohon dan parit . bagi saya itulah yang namanya lingkungan hidup .Simpel bukan , sesimpel apa yang kita telah lakukan ,dan apa yang akan kita lakukan nanti.

    lanjut ke selanjutnya heeee :) "janagn terlalu serius membacanya ,relaxx ajh okokok

    Apa yang telah kita lakukan
    hmm apa ya yang telah kita lakukan yaaa,apa yang telah kita lakukan dilingkungan hidup kita ?
    yang dimaksud dalam konteks ini adalah yang kita lakukan dalam hal negatif .
    contohnya merusak lingkungan hidup ...wah parah ????
    sadar ngk sadar kita lakukan itu walau kelihatannya ngk mungkin ,karena kita merasa melakukan apa yang rasa kita sudah benar dan tidak merugikan orang lain .
    saya akan berikan contoh seperti
    • merokok, merokok di area yg merokok, sudah benar ,tapi ada yg salah ,asap rokok yg kita hasilkan dari merokok dapat menggangu pencemaran udara,,,"tapi kan saya cuma sedikit merokoknya " sama sajaaaaaaa
    • beli kue tp kalau beli kue nya deket trus naek motor udah gt naek motor yg emisinya gede...sama ajh boonk
    • kuliah dikampus ,"lho kok" ??iya lah klo belajarnya pake kertas binder yang kalau salah dikit robnek buang robek buang,,mentang-mentang murah yaaakkkk???
    • belajar sebelum uas ,"aneh,,belajar kok salah"..ya salah lahh klo tiap materi foto copi soal yg 5 lembar dan habis dibaca dibuang begitu saja ,hayooo siapa yang ngk tunjuk tangan
    • internettan cari tugas "lahh makain anehhh " ,kok aneh ya ngk lahh,,klo lo nyari tugasnya lama banget,ngk serius ,sambil fb an,twitteran lah..liat meteran listrik dirumah lo,,kenceng taukkk
    • bekerja hingga larut malam "emang kenapa kok bisa" iya kalau bekerja malem2 1 lampu akan menyala,komputer mnyala,dan alat2 elektronik pendukung pun menyala ,coba kalau tidur ,paling yg nyala jam weker doank
    • telpon pacar "ya wajar lahh" ngk wajar kalau telpon dari batre full sampai batre di charge masih aja telepon
    • ngeblogg "nah luuu" ngblog dengan materi yang mash kosong ,memikirkan tulisan dengan komputer yg mnyala denagn hanya mendengarkan musik dr winamp ...
    • rekreasi sama keluarga "no coment dehh " kalauy rekreasi bawa makanan dan bungkus makaan nya hanya ditinggal disekitar tikar mereka duduk
    • cuci motor "kan biar bersih"cuci motornya lama banget padahal air itu ngucurnya dr tadi,,ckckckc pemborosannn.
    • dan terakhir namun bukan akhir dari semuannya yaitu seorang ibu melahirkan anak "jelaskan lah " ibu itu melahirkan seorang anak didunia dan menambah polulasi didunia ,tp bukan masalah populasi namun apa kah yanag akan diajarkan oleh keluarga tersebut ke anak mereka mengenai lingkungan hidup
    karena di mayoritas keluaraga ,yang diajarkan ke anak2 nya palingan hanya moral dan agama yang dalam dan ilmu eksak yang begitu sulitnya .tapi ilmu lingkungan tidak pernah mereka tanamkan.
    sejejurnya masih banyak hal yang biasa kita lakukan dan apa yang kita lakukan itu merugikan lingkungan

    tulisannya ringan kan ngk ada bahasa ilmiah yg tdk dimengerti heehh .dan mengapa saya tidak membahas ,membuang sampah sembarangan ,polusi ,penebangan hutan ilegal dan masalah umum yang biasanya terjadi . ya karena

    "kita sudah terlalau dewasa untuk masalah yang beginian,dunia kita terancam bukan baru2 ini saja,sudah dari lama , dan sudah lama pula usaha-usaha memperbaikinya,dan mengapa kita tidak belajar dan hanya membahas hal-hal yang itu ajah ..SADAR mas,bang,pak,bu,adek,mba SADAR lah .kita bukan anak kecil lagi yang masih disuapin ini itu nya ..BERGERAK

    ohh iya mengapa saya tidak menjelaskan segment apa yang harus kita lakukan ????
    karena saya tau kalian semua yang membaca tulisan saya sudah mengerti internet,sudah bisa menyalakn komputer sendiri,sudah bisa makan sendir tandanya kalian sudah besar ,termasuk saya sudah besar ,sudah dewasa,sudah pintar bahkan lebih pintar dari saya . jadi saya tidak mau menggurui jadi baca dan renungkan saya yakin anda akan mengetahui apa yang harus kalian lakukan ..

    agak berbelit dan rumit yaaa ..apa yang kita lakukan sekarang ,lakukan dengan apa adanya tanpa memikirkan pihak k3 yang anda pikirkan hanya pihak k2 dan k1 ,,kenapa???karena banyak dr anda ngk mau berbelit,susah2

    dengan membaca tulisan yag berbelit ini anda akan tau makna dr berbeli-belit itu sendiri ,bukan berarti bodoh ataupun lelet ,dengan berbelit-belit kita jadi tau apa langkah tercepat karena kita telah tau jalan terlambat jangan takut rumit ,karena dengan rumit kita bisa membuat sesuatu jadi lebih mudah dan yang mudah menjadi lebih mudah

    "dari tulisan turun ke jalan *act* "


    read more

    Senin, 10 Januari 2011

    0

    Agar Pernikahan Membawa Berkah

  • Senin, 10 Januari 2011
  • Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.
    Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.

    Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
    Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

    Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?

    1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)

    Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.

    Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)
    Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera.

    2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)

    Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.
    Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.

    3. Sikap toleran (Tasamuh)

    Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian, dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. Albaqarah:187), maka suami/isteri harus mampu mem-percantik penampilan, artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building); dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada.
    Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang, karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri, begitu sebaliknya; dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri, begitu sebaliknya; sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada.

    Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat, sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi, tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan.

    4. Komunikasi (Musyawarah)

    Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.

    Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah, saat bersama belajar, saat bersama makan malam, saat bersama liburan (rihlah), dan saat-saat lain dalam interaksi keseharian, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat, telephone, email, dsb.

    Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS.As-Shaaffaat:102, yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu, Ia menjawab; Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
    Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak, Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan, adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah, adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah, dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah; sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.

    5. Sabar dan Syukur

    Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan, permintaan anak yang berlebihan, pendidikan dan pergaulan anak, dan sebagainya. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati, bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga.
    Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh, maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”, dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya, adalah dia yang harus kita terima secara utuh, begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan, sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan.

    Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya.
    Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain, adalah modal mahal dalam meraih keberkahan; begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya, adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan.

    Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan, bukan semangat “menuntut” kebaikan, sehingga akan terjadi surplus kebaikan. Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah, sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7).
    Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah, harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang, maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a:
    Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.
    Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh.
    Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik.
    Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i.
    Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat.

    Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan, sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. Al-Furqon:74; QS. Ash-Shaafaat:100 ; QS.Al-Imran:38; QS. Maryam: 5-6; dan QS. Ibrahim:40). Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun), yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba), ruhaniyah yang baik (sholih), diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi), dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat).

    Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak, agar mereka memiliki muwashofaat tersebut, disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik, lingkungan yang sehat, makanan yang halal dan baik (thoyyib), fasilitas yang memadai, keteladanan dalam keseharian, dsb; hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut.

    6. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)

    Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani & Tirmidzi)

    Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah.
    Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal, akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana, sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban, kedamain, dan cinta kasih.

    Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah, sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi, segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah), bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Namun bila muncul marah karena sebab orang lain, berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af, karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Ingatlah, bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami, segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi.

    7. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)

    Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra’du:28. “Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang”. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu).
    Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah), sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama, seperti : tilawah, shalat tahajjud, shaum, infaq, do’a, ma’tsurat, dll. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga, dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ath-Thalaaq: 2-3.
    “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.”

    Wujud indahnya keberkahan keluarga
    Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang (muthma’innah), fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.
    Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah, yaitu : (1) Isteri yang sholihah, (2) Rumah yang luas, (3) Kendaraan yang nyaman, dan (4) Tetangga yang baik.

    Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki, misalnya di saat-saat rihlah, safar, silaturahmi, atau menempati rumah dan kendaraan dinas. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan, karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan.
    Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat, dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Imran : 185
    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

    Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga; sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya:
    “Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS, Az-Zukhruf:70)
    “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Ath-Thuur:21).
    Inilah keberkahan yang hakiki

    Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya.
    Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?

    Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)

    Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul. Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah.

    Sikap saling terbuka (Mushorohah)

    Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.
    Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya.

    Sikap toleran (Tasamuh)

    Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian, dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya.
    Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain.

    Komunikasi (Musyawarah)

    Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.
    Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi.

    Sabar dan Syukur

    Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, dan sebagainya.
    Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya.

    Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)

    Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani & Tirmidzi)

    Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)

    Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra’du:28. “Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang”. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga.

    Wujud indahnya keberkahan keluarga

    Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang (muthma’innah), fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.

    Lebih lanjut tentang: Agar Pernikahan Membawa Berkah

    Oleh: Tim dakwatuna.com
    read more

    Subscribe